Hukum  

Diduga Pemasok Minyak Untuk PETI, Oknum PNS ditangkap Polres Bungo

Oplus_16908288

GSI.COM//BUNGO-JAMBI_ Salah satu Pemain Besar minyak ilegal di Kabupaten Bungo yang tinggal di Dusun Lubuk Mayan, Kecamatan Rantau Pandan, dikabarkan ditangkap oleh Aparat Penegak Hukum (APH) karena kedapatan membawa Bahan Bakar Minyak (BBM) solar sekitar lebih kurang 1 Ton.

Pemain minyak bernama Nain yang ditangkap polisi Jum’at malam (27/02/2026) kemarin, ternyata juga berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan saat ini masih aktif mengajar disalah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Trans Sungai Lipai, Dusun Datar, Kecamatan Muko-Muko Bathin III ulu,kabarnya Bos Minyak yang PNS di Lubuk Mayan ditangkap polisi. Waktu ditangkap, ada minyak dalam galon didalam mobilnya sekitar 1 Ton lebih,” ujar salah satu keluarga.Senin (09/03/2026).

Keluarga juga menyebutkan, bahwa saat penangkapan, dikabarkan oknum PNS tersebut bersama istrinya dalam perjalanan pulang dari mengambil BBM dari Bungo menuju gudangnya.
Pihak keluarga bercerita bahwa saat ini istrinya sudah dilepas atau tidak ditahan polisi, sementara Oknum guru PNS kabarnya masih ditahan di Polres Bungo.

BACA JUGA  Diduga Gudang BBM Ilegal Bersubsidi Wilayah Betara Jalan Perto Cina Kebal Hukum 

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan, bahwa oknum PNS yang selama ini terkenal sebagai pemain minyak solar ilegal yang selalu menyediakan BBM untuk aktifitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) diwilayah Kecamatan Rantau Pandan dan Bathin III Ulu.

Untuk mempermudah dan memperlancar usaha ilegal yang sudah bertahun-tahun digelutinya, oknum guru PNS tersebut selalu menggunakan mobil L300 warna hitam dengan nomor polisi (Nopol) BH 8237 KO.

Sementara dalam pantauan wartawan di Mapolres Bungo, selasa (10/03/2026), terlihat ada mobil L300 bersama mobil Carry Pick Up berwarna hitam terparkir dihalaman belakang dekat kantin Polres Bungo sama-sama berisikan BBM Solar.
Sementara itu, mencuatnya kabar penangkapan salah satu bos minyak yang juga berstatus guru PNS ini belum bisa dikonfirmasi dengan pihak kepolisian. Saat dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp, Kasat Reskrim Polres Bungo ataupun Kanit Tipidter Polres Bungo belum memberikan jawaban sampai berita ini diterbitkan.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *