GSI.COM//AGAM-SUMBAR- Menangani rusaknya jembatan perlintasan antar kampung yang biasa di lalui petani sawit untuk melintas ke jalan besar.
Burhan sebagai warga kampung tersebut sudah melapor ke jorong,wali nagari ,tapi tidak ada tanggapan dari pemerintah setempat,asal jembatan rusak di karenakan curah hujan yang dalam beberapa hari ini tak henti hentinya dan mulai tergerus oleh debit air yang memang sangat deras menghantam jembatan yang terletak di desa Padang kucing dan anak aia dadok kabupaten Agam.
Jika tidak segera di benahi jembatan tersebut ,pupus sudah mata pencarian masyarakat yang umumnya petani sawit, dan petani kelapa ,untuk membawa hasil panennya keluar atau ke jalan besar,dengan mengunakan sepeda motor ongkak,yang bisa masuk mobil ke lahan tersebut.
Padahal kami masyarakat selalu patuhi aturan pemerintah untuk membayar pajak dari hasil panen kebun kami sebagai masyarakat.
Kami akhirnya mengadukan ini sama tim media GSI ,gempar Sumatra Indonesia.
Dan alhamdullillah kami masyarakat cukup puas dengan bantuan tim media mau melaporkan ke aparatur pemerintahan lubuk Basung kabupaten Agam Sumatra barat.
Kami tim media GSI mendengar curhatan masyarakat yang terkena dampak hasil para tani sawit yang gagal panen ,karna jembatan yang di lalui tergerus air hujan,dan kami pun takut bakal ada korban ,dengan keadaan jembatan yg kami lalui,sebab beban yang kami bawa bisa mencapai 300 kg.
Kami memohon kepada pemerintahan setempat untuk segera memperbaikinya kata masyarakat Padang kucing,anak aia dadok kabupaten Agam ,provinsi Sumatra barat.tim GSi.(Citra jaya).





















