GSI.COM//BUNGO_JAMBI– Aliran Sungai Batang Pelepat di Kabupaten Bungo kini dalam kondisi kritis. Hasil investigasi di lapangan yang dilakukan tim gabungan selama beberapa hari terakhir mengungkap fakta mengejutkan.

Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) masih berlangsung, beroperasi hingga dini hari tanpa tersentuh oleh aparat penegak hukum maupun Tim Zero Satgas Kabupaten Bungo.
Alat Berat Operasi Sampai Tengah Malam, Berdasarkan pantauan langsung di lokasi dengan metode penyamaran, tim investigasi berhasil mendapatkan sejumlah bukti krusial berupa rekaman video dan foto yang menunjukkan Alat Berat Jenis ekskavator bekerja mengeruk material di area aliran sungai dan daratan.
Aktivitas ini seolah menjadi “hukum rimba” baru di wilayah Pelepat, di mana kerusakan lingkungan alam akan abhaya nya jika Terjadi Banjir Bandang, dianggap angin lalu.
Sumber terpercaya di lokasi menyebutkan bahwa aktivitas ini didukung oleh pemodal besar.
“Bukan lagi skala kecil, ini sudah main alat berat. Mereka kerja sampai subuh, suaranya terdengar jelas, tapi anehnya tidak ada tindakan tegas dari pihak berwenang,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan karena alasan keamanan.
Awak media mencoba Konfirmasi Diblokir: Siapa Pak Dedi?
Upaya tim redaksi untuk melakukan keberimbangan berita (cover both sides) menemui jalan buntu. Saat tim mencoba mengonfirmasi dugaan keterlibatan seorang pria yang disebut-sebut sebagai pemilik alat atau pengurus lapangan berinisial PD (Pak Dedi) melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp, yang bersangkutan justru memblokir kontak tim Media.
Sikap tertutup ini memperkuat dugaan adanya praktik gelap yang sengaja disembunyikan dari publik.
Tim telah mengantongi sejumlah nama lain dan titik koordinat penampungan serta pembeli emas hasil PETI tersebut yang saat ini sedang dalam proses verifikasi lebih lanjut.
Kinerja Satgas Zero Dipertanyakan
Masyarakat kini mulai mempertanyakan komitmen Tim Zero Satgas Bungo. Pertanyaan besar muncul: Mengapa aktivitas yang dilakukan secara terbuka dengan alat berat ini bisa luput dari pengawasan?
“Kabupaten Bungo, khususnya wilayah Pelepat, semakin ‘menyala’ aktivitas PETI-nya. Kami menunggu keberanian Kapolda Jambi untuk turun tangan langsung jika aparat di tingkat bawah dianggap tak berdaya,” tegas sumber investigasi lainnya.
Langkah Selanjutnya: Menunggu Tindakan Tegas
Tim investigasi akan terus mengawal temuan ini dan berencana menyerahkan bukti-bukti digital kepada pihak Gakkum KLHK dan Mabes Polri jika tidak ada respon nyata dari pemangku kebijakan di Kabupaten Bungo.(Tim)





















