GSI.com//TEBO-JAMBI- Masyarakat di Tiga Desa kesal terhadap perusahaan PT. Wira Karya Sakti (WKS) yang tidak boleh melewati jalan lintasnya untuk membawa angkutan batu bara dari Simpang Niam dan Kilis, di bawa ke Pelabuhan Integra.
Aksi damai dilakukan oleh masyarakat tiga Desa Beserta sopir lainnya yaitu. Desa Rantau Api, Mengupeh dan Desa Lubuk Mandarsah. Pada malam Rabu tanggal (19/03/2024).
Saat direktur PT. Media Gempar Sumatera Indonesia beserta tim investigasi nasional melewati jalan dari Merlung ke Simpang Niam, Melihat ratusan warga berkumpul di pinggir jalan lintas Simpang Niam Merlung, tepatnya Berlokasi di jalan Nasional samping Bekas tambang PT. Daya Bambu Sejahtera (DBS).
“Semua tim investigasi turun langsung melihat ratusan warga Berkumpul dan ada Beberapa Pihak Kepolisian dari Polsek Tengah Ilir, Awak Media langsung mempertanyakan Ke warga ada apa dan Kenapa ramai-ramai Pak,”
Hampir semua warga menjawab kami masyarakat Desa kecewa dan kesal terhadap Pihak Perusahaan PT. WKS yang tidak Mengizinkan mobil kami lewat jalan nya, Sedangkan mobil kami hanya bermuatan 11/14 Ton, Hanya di izinkan 5 mobil perhari oleh pihak PT. WKS.
Tapi ratusan mobil PT KIM bermuatan 35 ton di bebaskan melewati Jalan PT WKS, Dan jalan nasional kami Tahu PT KIM bayar fee kami juga ikut prosedur bayar fee ke pihak WKS tapi kenapa kami masyarakat hanya dibatasi 5 Mobil Perhari.
Sedangkan kami butuh juga makan untuk keluarga, kenapa kami di bedakan, dengan perusahaan PT. KIM, Kami juga masyarakat indonesia,” apa beda nya kami sama mereka,”ucap warga
Sekarang kami masyarakat Desa merasa tidak ada keadilan dari pihak Perusahaan PT WKS,” Jadi Kami seluruh masyarakat Desa ini meminta keadilan dengan cara aksi damai dan memblok jalan nasional agar Adil sama sama Tidak Bisa Lewat, bagi mobil khususnya bermuatan batu bara, Untuk sementara waktu menjelang ada keputusan dari pihak WKS dan pihak pemerintahan setempat, agar kami masyarakat tidak di beda- bedakan ujarnya.(Redaksi)





















